abstraksi
Globalisasi dari sisi ekonomi adalah suatu perubahan dunia yang bersifat mendasar atau struktural dan akan berlangsung terus dalam Iaju yang semakin pesat sesuai dengan kemajuan teknologi. Dalam era globalisasi peran transportasi dan komunikasi sangat penting, yang dapat menyebabkan terjadinya penipisan batas-batas antar negara ataupun antar daerah di suatu wilayah.
Era globalisasi membuka peluang sekaligus tantangan bagi pengusaha Indonesia termasuk usaha kecil, karena pada era ini daya saing produk sangat tinggi, live cycle product relatif pendek mengikuti trend pasar, dan kemampuan inovasi produk relatif cepat. Ditinjau dari sisi ekspor, liberalisasi berdampak positif terhadap produk tekstil/pakaian jadi , akan tetapi kurang menguntungkan sektor pertanian khususnya produk makanan.
Fenomena Globalisasi Ekonomi
Tidak ada definisi yang baku atau standar mengenai globalisasi, tetapi secara sederhana globalisasi ekonomi dapat diartikan sebagai suatu proses dimana semakin banyak negara yang terlibatdalam kegiatan ekonomi dunia. Jadi, jika pada periode sejak perang dunia kedua berakhir hingga tahun 1970-an ekonomi dunia didominasi oleh ekonomi Amerika Serikat (AS), sekarang ini walaupun produk domestik bruto (PDB) AS masih besar yakni sekitar 45% dari PDB dunia, peran dari ekonomi Uni Eropa, Jepang dan negara-negara yang tergolong dalam newly industrialized countries (NICs), seperti Korea Selatan, Taiwan, Singapura, dan Cina jauh lebih kuat sebagai motor penggerak perekonomian dunia. Semakin mengglobalnya suatu negara di dalam perekonomian dunia dapat dilihat, misalnya dari peningkatan perdagangan internasionalnya (ekspor dan impor) yang tercerminkan antara lain pada peningkatan pangsa ekspornya di pasar global dan peningkatan rasio impor terhadap PDB-nya; semakin aktif terlibat dalam proses produksi yang melibatkan banyak negara (misalnya dalam membuat pesawat Boeing lebih dari 50 negara terlibat yang masing-masing membuat bagian-bagian tertentu dari pesawat tersebut, atau dalam membuat pesawat Airbus, sejumlah negara Eropa terlibat dalam proses pembuatannya), dan semakin besar arus investasi asing yang masuk ke negara tersebut atau semakin besarnya investasi dari negara tersebut ke negara-negara lain.
Jadi, proses globalisasi dari sisi ekonomi adalah suatu perubahan di dalam perekonomian dunia, yang bersifat mendasar atau struktural dan akan berlangsung terus dalam laju yang semakin pesat, mengikuti kemajuan teknolDampak dari Globalisasi
Dampak nyata dari globalisasi terhadap perekonomian Indonesia adalah terutama pada dua area yang saling mempengaruhi satu sama lainnya, yakni produksi dalam negeri dan perdagangan luar negeri. Globalisasi yang didorong oleh era perdagangan bebas dan liberalisasi pasar finansial dunia bisa berpengaruh negatif atau positif terhadap produksi dalam negeri. Pengaruh negatif bisa disebabkan oleh barang impor yang semakin menguasai pasar domestik sehingga mematikan produksi dalam negeri atau menurunkan ekspor Indonesia karena daya saingnya rendah. Turunnya ekspor bisa berdampak negatif terhadap produksi dalam negeri jika sebagian besar dari barang-barang yang dibuat di dalam negeri untuk tujuan ekspor, atau karena kurangnya dana untuk membiayai proses produksi yang disebabkan oleh berkurangnya devisa dari hasil ekspor. Sebaliknya, jika Indonesia mempunyai daya saing yang baik, maka liberalisasi perdagangan dunia membuka peluang yang besar bagi ekspor Indonesia, yang berarti ekspor meningkat dan selanjutnya mendorong pertumbuhan dan memperluas diversifikasi produksi di dalam negeri. Teknologi yang juga prosesnya semakin cepat.
Tabel 1 Pertumbuhan Ekpor Setelah Liberalisasi Perdagangan Luar Negeri (PLN) di Indonesia dan Beberapa Negara Asia Lainnya (%)
| Negara | Tahun dari liberalisasi PLN | Dua Tahun Pertama setelah liberalisasi PLN | Sepuluh Tahun Berikutnya Setelah Liberalisasi PLN |
| Indonesia Malaysia Filipina Thailand Turkey | 1986 1988 1986 1986 1989 | 2 18 15 31 5 | 13 18 15 17 11 |
Sumber: UNCTAD (1999)
Studi lainnya adalah dari Feridhanusetyawan dan Pangestu yang mengevaluasi bentuk-bentuk liberalisasi perdagangan yang berbeda yang dilakukan oleh Indonesia selama ini sejak tahun 1980an, dengan menggunakan suatu kerangka CGE global (Global Trade Analysis Project). Feridhanusetyawan dan Pangestu membagi ekonomi dunia kedalam 19 wilayah dan 12 sektor seperti yang dapat dilihat di Tabel 5 dan Tabel 6. Liberalisasi perdagangan membuat realokasi dari sumber daya produksi lebih baik, yang terrefleksikan di dalam perubahan-perubahan dari pola produksi dan ekspor sektoral. Tabel 5 memperlihatkan perkiraan dampak dari liberalisasi perdagangan terhadap komposisi output di Indonesia, yang dinyatakan dalam perbedaan-perbedaan persentase dari hasil-hasil tanpa liberalisasi. Tabel 6 memperlihatkan data mengenai dampak dari liberalisasi perdagangan terhadap nilai dari ekspor. Secara umum, hasil-hasil simulasi mereka menunjukkan bahwa dalam semua skenario liberalisasi perdagangan, sumber daya produksi pindah menuju sektor tekstil dan pakaian jadi, yang mana output dari industri-industri di sektor ini diproyeksikan naik 100% atau lebih. Ekspor dari produk-produk ini diperkirakan naik senilai US$12-14 miliar, yang kurang lebih sama dengan semua kenaikan dari jumlah ekspor Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar